Prestasi Vokasi Papua: SMK Yapis TIK Biak Raih Nilai 94 di Program Sales Naik Kelas

By Admin


Dok. Ist

SMK Yapis TIK Biak Numfor sukses menorehkan prestasi membanggakan usai mengantongi nilai 94 dalam evaluasi program vokasi nasional. Penilaian tersebut diraih pada pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang berlangsung hari Senin, 1 September 2026.

Evaluasi lapangan ini dipimpin langsung oleh praktisi pemasaran nasional, Ahmad Madani, melalui verifikasi dokumen serta wawancara mendalam. Proses peninjauan turut melibatkan unsur guru, peserta didik, hingga perwakilan industri mitra seperti PT Hasjrat Abadi.

Kepala SMK Yapis TIK Biak Numfor, Darsini, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi seluruh warga sekolah. Pihaknya berkomitmen menjadikan capaian ini sebagai pemacu untuk membentuk mental kerja dan kedisiplinan siswa secara berkelanjutan.

"Nilai 94 merupakan apresiasi atas kerja bersama, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus memperbaiki kualitas pendampingan," ujar Darsini pada Selasa (2/9). Ia menegaskan bahwa institusinya ingin program ini membentuk keberanian siswa, bukan sekadar melengkapi administrasi.

Sementara itu, Ketua Program Keahlian Pemasaran Bisnis Retail, Fatma Dewi Wuwu, menjelaskan materi yang diberikan telah memperluas wawasan peserta didik. Para pelajar kini mulai memahami bahwa bidang pemasaran menuntut kemampuan komunikasi serta pembangunan jejak profesional.

Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan tersebut, tim evaluator menggelar sesi penguatan khusus pada hari Selasa, 2 September 2026. Rangkaian pembekalan ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja nyata dengan materi pembelajaran di sekolah.

Ahmad Madani menilai institusi pendidikan ini telah memiliki fondasi yang cukup kokoh dalam menjalankan kurikulum vokasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan materi tetap dapat diakses siswa meskipun menghadapi keterbatasan jaringan internet di wilayah setempat.

"Sekolah mempunyai fondasi yang baik, dan tantangannya adalah memastikan materi dapat dipelajari kembali oleh siswa," ungkap Ahmad Madani terkait hasil evaluasi tersebut. Setiap penugasan lapangan juga didorong agar bertransformasi menjadi portofolio kerja yang berharga bagi para pelajar. (*)